Karbohidrat merupakan salah satu makronutrien yang sangat penting bagi tubuh manusia. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh, serta berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, deteksi karbohidrat dalam suatu sampel sangatlah penting dalam berbagai bidang, seperti biokimia, farmasi, dan ilmu pangan.

Uji Molisch berdasarkan pada prinsip bahwa karbohidrat dapat bereaksi dengan asam sulfat dan α-naphtol untuk membentuk senyawa berwarna ungu. Reaksi ini terjadi karena adanya gugus hidroksil (-OH) pada molekul karbohidrat, yang dapat bereaksi dengan asam sulfat untuk membentuk asam sulfat hidroksil. Asam sulfat hidroksil ini kemudian bereaksi dengan α-naphtol untuk membentuk senyawa berwarna ungu.

Dalam bidang farmasi, uji Molisch dengan metode patch test dapat digunakan untuk mendeteksi karbohidrat dalam sampel obat-obatan dan bahan-bahan farmasi. Hal ini dapat membantu dalam pengontrolan kualitas obat-obatan dan bahan-bahan farmasi.

Jika sampel mengandung karbohidrat, maka akan terbentuk warna ungu pada campuran. Semakin intens warna ungu yang terbentuk, semakin banyak karbohidrat yang terkandung dalam sampel. Jika tidak terbentuk warna ungu, maka sampel tidak mengandung karbohidrat.